DIRGAHAYU PROKLAMASI REPUBLIK INDONESIA KE 69 (1945-2014): HARI ESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI DAN KEMARIN ALLAHU AKBAR!!! Program Studi Perbandingan Agama (Ushuluddin) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Translate/Terjemah/ترجمة

Senin, 25 November 2013

TAFSIR ILMI : Penafsiran Quran dengan Pendekatan Multi Disiplin

Al-Quran yang merupakan kitab Allah yang terakhir diturunkan kepada Rasul terakhir, Muhamad SAW  di samping sebagai petunjuk dan rahmah bagi seluruh umat manusia  juga merupakan mukjizat terbesar yang pernah dianugerahkan Allah kepada para RasulNya. Salah satu kemukjizatan Al-Quran yang sangat luas itu adalah kemukjizatan dalam bidang ilmu pengetahuan. Bahkan dimensi keilmuan dalam Al-Quran oleh para peneliti dipandang telah melampaui jamannya.  Demikian paparan Drs. Saifuddin Zuhri, M.Ag., staf pengajar Prodi Ushuluddin UMS, yang juga sekretaris Lembaga Pengkajian Islam dan Kemuhammadiyahan (LPIK UMS) dalam diskusi Seton Dosen Prodi Ushuluddin,23 Nopember 2013
Para ulama pengkaji Al-Quran yang sering disebut Mufassirin sejak masa klasik telah mengembangkan penafsiran Al-Quran dengan pendekatan ilmiah, meski tetap mematuhi kaidah-kaidah penafsiran Quran. Begitu pentingnya pengembangan tafsir dan ilmu tafsir Quran dengan pendekatan ilmiah  dan multidisiplin ini Rabitah Alam Islami membentuk sebuah komisi untuk menggali isyarat-insyarat ilmiah dalam AlQuran dengan tinjauan multidisiplin dan interdisiplin ilmu. Komisi tersebut disebut dengan al-Hai'ah al-Alamiyyah lil I'jazil 'Ilmi fil Quran wa al-Sunnah (Komisi Internasional Kenukjizatan Ilmiah al-Quran dan al-Sunnah).

Sabtu, 23 November 2013

Suharjianto: KOMPETENSI BACA QURAN GURU TK AISYIYAH

Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Atfal sebagai salah satu media dakwah Muhammadiyah (Asyiyah) memiliki peranan yang sangat strategis dalam memberikan bekal dini ilmu-ilmu agama kepada anak-anak usia dini. Salah satu bekal dini ilmu agama yang harus diberikan kepada anak-anak adalah ketrampilan membaca bahkan menghafal Al-Quran. Para ulama tempo dulu pada masa usia dini telah dibekali dengan menghafal Quran sejak dini, bahkan sebagian besar di antara mereka telah hafal Quran 30 juz dibawah usia 10 tahun. Tentu ini sebebkan oleh orangtua mereka yang sekaligus sebaga guru perdana dalam mendidik anak  telah memiliki kompetensi unggul dalam pembelajaran Quran. Demikian paparan Suharjian pada Diskusi Rutin Seton Prodi Ushuluddin, 23 Nopember 2013

Senin, 14 Oktober 2013

KONTRIBUSI DAKWAH MUHAMMADIYAH BAGI PERADABAN ISLAM

Tidak diragukan lagi gerakan dakwah Islam di Indonesia, seperti diperankan oleh Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama memiliki andil yang sangat besar bagi bagunan peradaban Islam di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara bahkan dunia pada umumnya.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah yang pengembangan konsep dan aktivitas dakwahnya merambah di dunia pendidikan dan kesejahteraan sosial telah mewarnai perkembangan Islam dengan wajah yang damai dan sejuk, sesuai dengan misi Islam rahmatan lil alamin.
Demikian perbincangan dalam Diskusi Seton Dosen Prodi Ushuluddin Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu 12 Oktober 2013, dengan pemakalah Dr. Syamsul Hidayat.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Waston: PARADIGMA ILMU ISLAMI Sebuah Alternatif

Dalam proses keilmuan paradigma keilmuan memiliki peranan penting. Paradigma ilmu berfungsi memberikan kerangka dan arah bahkan menguji konsistensi kegiatan keilmuan. Demikian Dr. Waston mengawali paparannya dalam diskusi rutin Dosen Program Studi Perbandingan Agama (Ushuluddin) FAI UMS Surakarta, Sabtu 12 Oktober 2013.
Lebih lanjut,  Waston mengemukakan paradigma ilmu yang dalam beberapa literatur disebut dengan kerangka teori (theoretical framework) sebenarnya lebih umum dan abstrak karena ia merupakan kerangka logis dari teori sehingga satu paradigma bisa melingkupi beberapa teori.

Senin, 16 September 2013

Darojat: Menurut Banawiratma Teologi Kristen Otentik Tidak Kompatibel untuk Indonesia

Wacana teologi kristen memang kalau dilihat dalam literatur, memiliki perkembangan yang sangat signifikan, dengan trend teologi fungsional-kontekstual. Teologi ini, menurut Dr. Banawiratma SJ, mantan pastur yang dulu sering dipanggil dengan Romo Bono, mengandaikan bahwa ajaran Kristus yang bersumber dari Alkitab dan tradisi Eropa Barat tidak bisa kompatibel untuk dunia lainnya. Untuk itu harus dikembangkan Teologi Fungsional Kontekstual, sehingga perlu dilakukan pembongkaran (dekonstruksi) agar Iman Kristen cocok untuk wilayah lain, termasuk di Indonesia. Demikian Drs. M. Darojat Ariyanto, M.Ag. dalam makalahnya pada Diskusi Rutin Seton Prodi Ushuluddin, 13 September 2013 di Ruang Seminar FAI UMS.

Sabtu, 14 September 2013

Arief Wibowo: Pengembangan Karakter Mahasiswa Melalui Baitul Arqom

Isu pendidikan karakter yang sangat gencar diwacanakan di dunia pendidikan nasional, telah dicoba untuk diterapkan di Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui program Baitul Arqom untuk seluruh mahasiswa yang telah dimulai sejak tahun akademik 2005/2006 yang lalu. Demikian pernyataan Arief Wibowo, seorang intelektual muda yang juga dosen Prodi Ushuluddin UMS dalam Diskusi Seton Prodi Ushuluddin FAI UMS, Sabtu, 13 September 2013 di Ruang Seminar FAI UMS. 
Paparan makalah yang merupakan hasil penelitian lapangan mengangkat tema "Peran Fasilitator Dalam Pengembangan Karakter pada Mahasiswa UMS dengan Model Pembelajaran Baitul Arqom"

Jumat, 13 September 2013

Wakil Rektor I UMS : KETENTUAN WISUDA PERIODE III 2013



Diberitahukan kepada mahasiswa yang sudah dinyatakan LULUS secara resmi dalam Surat Keterangan Lulus (SKL) yang disahkan oleh pimpinan fakultas (Dekan) dapat mendaftarkan diri sebagai calon wisudawan/wati. Jadwal kegiatan wisuda Periode III tahun 2013 adalah sebagaimana terlampir. Mengacu pada Surat Edaran Rektor No. 192/A.4-II/SR/V/2012 tentang persyaratan naskah publikasi untuk mendapatkan Ijazah, maka prosedur pendaftaran wisuda yang baru adalah sebagai berikut: