DIRGAHAYU PROKLAMASI REPUBLIK INDONESIA KE 69 (1945-2014): HARI ESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI DAN KEMARIN ALLAHU AKBAR!!! Program Studi Perbandingan Agama (Ushuluddin) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Translate/Terjemah/ترجمة

Jumat, 07 Juni 2013

Dari Seminar Nasional Ushuluddin

MUHAMMADIYAH MERUPAKAN AL-QURAN MELEMBAGA SEBAGAI PERADABAN

Prof Yunahar Ilyas, Dr. Ahmad Arif Junaidi, dan Dr Muinudinillah, didampingi Moderator Dr, Sudarno

Prof. Yunahar Ilyas menyatakan, gerakan Muhammadiyah pada dasarnya merupakan perwujukan nilai-nilai Al-Quran yang melembaga dalam gerakan dan peradaban. Al-Quran telah menjadi ruh perjuangan Muhammadiyah. Contoh konkret dari implementasi al-Quran yang dilakukan oleh Muhammadiyah adalah Teologi al-Maun, yang melahirkan berbagai kegiatan santuan sosial baik kaum dhuafa, yatim dan miskin.

Rabu, 15 Mei 2013

Seminar Nasional dan Call for Papers


MEMBANGUN PERADABAN UTAMA 
BERSAMA AL-QURAN
Auditorium Moh Djazman UMS, 5 Juni 2013

Kerjasama
Program Studi Ushuluddin dan IMM Komisariat “Muh Abduh”
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta

Muqaddimah
Al-Quran merupakan kalamullah yang diturunkan kepada Rasul terakhir dan penutup para Nabi adalah kitab Allah yang sempurna dan menjadi penyempurna bagi kitab dan wahyu yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul terdahulu, seperti Taurat, Zabur, dan Injil, serta beberapa suhuf yang diterima oleh Ibhrahim dan Musa As.
Kalau suhuf dan kitab-kitab terdahulu diperuntukkan bagi suatu bangsa dan kurun waktu tertentu, maka Al-Quran sebagaimana kerasulan Muhammad SAW ditujukan kepada seluruh umat manusia di segala ruang dan waktu. Universalitas al-Quran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW baik dari segi ruang dan waktu ditegaskan oleh Al-Quran dalam Surat Saba: 28 dan Al-Baqarah: 185 berikut ini:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (سبأ:28)
  28. dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Saba’: 28)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ (البقرة: ١٨٥)
185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu r.


Sabtu, 06 April 2013

Penemuan Baru?

Argumentasi Fahmi Basya bahwa Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman

HeadlineMetrotvnews.com, Bogor: Penulis buku Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman KH Fahmi Basya berkeyakinan terungkapnya misteri Candi Borobudur yang menggambarkan kisah nabi-nabi besar bisa berpotensi mengislamkan masyarakat dunia. 
"Daya tarik Candi Borobudur akan mengalahkan lukisan Monalisa dan bangunan bersejarah lain yang ada di dunia. Orang-orang di seluruh dunia akan berdatangan untuk melihat fakta bahwa Borobudur menjelaskan kebenaran Alquran, jadi bukan peninggalan umat Budha," kata KH Fahmi dalam seminar bertema Titik balik Candi Borobudur di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/4).
Ia menyebutkan Candi Borobudur tersusun dari dua bangunan yaitu bagian bawah merupakan karya masa Nabi Sulaiman dengan bantuan para jin dan bagian puncak merupakan bangunan milik Ratu Saba yang dipindahkan dengan kecepatan cahaya ke bagian atas Candi Borobudur.


Senin, 01 April 2013

Dari Diskusi Seton, 23 Maret 2013



PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH YANG IDEAL?


.

Diskusi Bulanan SETON Dosen Program Studi Perbandingan Agama (UShuluddin) yang dihadiri juga oleh dosen-dosen dari Prodi lain di FAI UMS, mengkaji hasil penelitian yang dilakukan oleh Drs. Saifuddin Zuhri dan Timnya tentang Pondok Pesantren Muhammadiyah yang ideal
Penelitian dilakukan di beberapa Psantren Muhammadiyah di Jawa Tengah, seperti Ponpes Imam Syuhada di Sukoharjo, Ponpes Daruh Ihsan di Sragen, Darul Arqom di Sangkal Putung Klatren, Ponpen KH Mas Mansur UMS, dan Ponpes Manafiul Ulum di Boyolali.Saifuddin menyatakan bahwa para pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah menginginkan bahwa Pondok Pesantren yang ideal adalah sebagai pondok penyuplai  kader, baik sebagai kader ulama, maupun kader mubaligh dan pemimpin Muhammadiyah di tingkat ranting, cabang dan daerah, yang memiliki akhlak mulia, dapat memberi teladan dalam beribadah sesuai dengan petunjuk Quran dan Sunnah dan putusan tarjih Muhammadiyah, dapat membaca dan mengkaji dan mengajarkan kitab-kitab ilmu-ilmu syariah. Di samping itu Pesantren mampu bersaing dalam percaturan global dan nasional.

Minggu, 31 Maret 2013

Info Kampus

"SUDARNO SHOBRON PIMPIN PRODI S2 ILMU AGAMA ISLAM (MSI)"


Dr . Sudarno Shobron
Salah seorang dosen Program Studi Ushuluddin, Dr. Sudarno Shobron dipercaya untuk memimpin Program Studi Magister Ilmu-ilmu Agama Islam (MSI), yang terdiri tiga Program Studi Pendidikan Islam (M.Pd.I), Pemikiran Islam (MPI) dan Hukum Islam (MHI/Ushul Fiqh). Sudarno Shobron menggantikan Dr. KH. Muhammad Muinudinillah Basri, Lc., M.A. yang telah habis masa jabatan selama dua periode sejak tahun 2004-2012. Selanjutnya Dr. Muin dipercaya untuk menangani International Office Wilayah Afrika dan Timur Tengah.
Tantangan pengelolaan Magister Ilmu-ilmu Agama Islam cukup berat, karena persaingan yang semakin ketat dari Perguruan Tinggi lain terdekat seperti UIN Yogyakarta, IAIN Surakarta, UNU Surakarta dan sebagainya. Untuk itu, trade mark keilmuan-keislaman yang dimiliki oleh MIAI dengan Islamic Worldview harus dapat dipertahankan bahkan diperkuat.

Rabu, 20 Maret 2013

PROPOSAL PRODI IQT TELAH SIAP DIKIRIM KE DIRJEN PENDIS

Setelah melalui proses penyusunan dan evaluasi hasil penyusunan yang dilakukan oleh Tim Penyusun akhir Borang Proposal Ajuan Ijin Penyelenggaraan Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir (IQT). Menurut Ketua Tim Task Force, Dr. H. Syamsul Hidayat, dengan selesainya Proposal ini akan segera dimintakan rekomendasi ke Kopertais Wil X Jawa Tengah, kemudian dikirim ke Menteri Agama RI, melalui Dirjen Pendidikan Islam, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis).
Kita berharap Menteri Agama dapat segera menerbitkan Ijin Penyelenggaraan Prodi sehingga Prodi IQT UMS segera beroperasi secara legal konstusional. Dan sambil berjalan kita akan mengusahakan akreditasi dari BAN PT.

Senin, 25 Februari 2013

Diskusi Seton 23 Pebruari 2013

POSMODERN ALA BARAT VERSUS AGAMA

Posmodernisme Barat dalam hal tertentu memang merupakan antitesa dari modernisme Barat, namun ia juga merupakan kelanjutan dan penyerpurnaan modernisme ala Barat yang bertumpu pada Sekularisme, Pluralisme, Relativisme dan Liberalisme.
Pandangan hidup yang dibawa oleh Pormodernisme Barat ini tentu akan sangat bertentangan padangan hidup Islam. Demikian hasil kajian SETON Prodi Ushuluddin yang dilaksanakan Sabtu, 23 Pebruari 2013, yang menampilkan Drs. Suharjianto, M.Ag, dosen bidang Pemikiran dan Filsafat Islam.